Waspada! Deteksi Lebih Dini Bahaya Self Harm

Waspada! Deteksi Lebih Dini Bahaya Self Harm

Self harm atau self injury menjadi topik yang hangat dibicarakan. Fenomena ini cukup menyita perhatian publik karena kasusnya cukup banyak ditemukan. Yuk, simak ulasan lanjut agar Anda lebih waspada terhadap bahayanya!

Tentang Self Injury, Fenomena Melukai Diri Sendiri

Self injury diartikan sebagai kegiatan melukai diri sendiri secara sengaja dan sadar. Proses pelukaan tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menyayat, membenturkan, memukul, hingga membakar diri. Kegiatan tersebut memang menyakitkan tapi tidak sampai menimbulkan usaha bunuh diri.

Self injury umumnya terjadi pada orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa, depresi, dan kesepian. Bagi orang yang melakukan self injury, pelukaan tersebut bukan berarti bernilai penganiayaan tetapi malah memberikan “penyembuhan”. Selain itu, self injury juga berarti ekspresi negatif yang tindakan maupun ucapan yang tidak bisa diungkapkan.

7 Gejala Self Injury yang Berbahaya

  1. Memiliki alasan irasional (tidak masuk akal) untuk terus melukai diri sendiri.
  2. Menjadikan benda tajam atau alat lainnya sebagai “penyembuh” dari permasalahan.
  3. Memiliki bekas luka dari luka yang telah dimiliki sebelumnya. Umumnya bekas luka ini berada di daerah yang jarang terlihat dan disembunyikan.
  4. Merasa dirinya tidak berharga dan tidak dianggap oleh orang lain
  5. Emosi sering kali tidak stabil
  6. Relationship yang dimiliki cenderung bermasalah, baik dengan keluarga, pasangan, dan teman
  7. Selalu menyalahkan dan mengkritik diri sendiri atas kegagalan yang dialami

Mengalami Self Injury, Apa yang Harus Dilakukan?

Self injury atau self harm bukan suatu aib maupun dosa. Kejadian tersebut merupakan gangguan mental yang perlu mendapatkan penanganan khusus dari ahlinya. Jika Anda sedang mengalaminya maupun mengetahui ada orang terdekat yang sedang melakukan percobaan self injury, maka baiknya Anda melakukan hal berikut ini.

1. Mengetahui Penyebab dan Pemicu

Jika Anda menemukan gejala penderita self injury, sangat disarankan Anda melakukan konseling kepada psikolog maupun psikiater. Para ahli akan membantu Anda menemukan pemicu self injury agar tidak terjadi lagi. Setelah mengetahuinya, Anda diharuskan berusaha menghindari penyebabnya agar tidak menambah bekas luka di tubuh.

2. Mengelola Emosi dengan Baik

Seseorang dengan pengendalian emosi yang buruk juga sering mengalami self injury. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan bagaimana mengekspresikan emosi yang dimiliki. Oleh sebab itu, Anda harus belajar mengelola emosi dengan bijak untuk sembuh dari kebiasaan self injury.

3. Memperluas Hubungan dengan Orang Lain dan Berkegiatan

Kesepian menjadi salah satu pemicu self injury. Jika demikian, Anda harus membangun pertemanan dengan banyak orang agar tidak merasa kesepian untuk berbagi cerita. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan favorit.

4. Menerima Peristiwa Traumatis yang Pernah Dialami

Peristiwa masa lalu yang tidak menyenangkan menyebabkan trauma yang berbahaya. Hal ini jika dibiarkan akan memicu diri Anda yang tidak menerima keadaan. Dengan demikian, Anda perlu berdamai dengan trauma yang dimiliki.

Artikel mengenai self harm lainnya bisa Anda lihat di situs Orami Magazine. Beragam informasi tentang kesehatan mental lengkap tersedia dan akan memberikan wawasan penting. Bersama Orami Magazine, mari ciptakan kesadaran terhadap pentingnya mental health!